LASENAS XIII: Intro
Untuk preambule pada post ini, aku ingin mengatakan bahwa aku super-duper-sangat menyukai kota Bandung. Mungkin karena Bandung yang kelihatannya lebih oke than tempat tinggalku atau mungkin juga karena cowoknya yang ganteng dan bertalenta. Oke anak Bandung jan baper y.
Oke, ごめんなさい bikoz q forget mengatakan bahwa setting cerita ini saat diriku kelas 11 SMA.
Di suatu hari yang kulupa gimana cuacanya, aku diminta guru sejarahku, Bu Halimatus Sa’diah untuk membuat karya tulis yang akan mengantarkanku menjadi perwakilan Kalimantan Selatan pada Lawatan Sejarah Nasional (LASENAS) XIII 2015 di Jawa Barat for free! And I was like, anjir lah serius miapa?! ((tidak jadi menggunakan anjir karena waktu itu kata anjir masih belom naik daun, ntar w jadi membohongi publik))
Singkat cerita, meski karya tulisku jauh dari standar yang ditetapkan (here 4 menghilangkan rasa penasaran u atas ketercelaan tulisanku) akhirnya aku lolos seleksi. Yang kulakukan setelah mendengar itu adalah mengontrol diriku, karena akan sangat memalukan jika aku berteriak kesetanan kegirangan di dalam kantor guru. Lalu, ya, persiapan administrasi. Eh, lupa. Tapi yang pasti, yang harus kusiapkan selanjutnya adalah… belajar tadi tradisional.
Maaf Bapak dan Ibu penyeleksi berkas, sejujurnya saya belum menguasai tari tradisional sebelum menulis di formulir bahwa… ANJIR! Q baru remember bahwa sebenarnya yang ku tulis pada kesenian yang ku kuasai adalah bermain panting😅 astagfirullah.
Mari kita singkat lagi cerita ini agar u tida bosan dan semakin mual.
Lawatan Sejarah Nasional (LASENAS) XIII 2015, according to Buku Panduan Lawatan Sejarah Nasional (LASENAS) XIII merupakan kegiatan perjalanan mengunjungi situs bersejarah yang merupakan bagian dari simpul-simpul perekat yang berorientasi pada nilai-nilai perjuangan dan persatuan untuk memperkokoh integrasi bangsa. Wow, besar sekali bobot pada satu kalimat tadi. Sederhananya, aku dan ± 200 peserta lain jalan-jalan keliling Jawa Barat menapaki sejarah Indonesia disana. Tepatnya sih ke Bandung, Sumedang, Kuningan, dan Cirebon saja. Tapi q tetap senang sekali karena perjalanan pertamaku ke Bandung benar-benar gratis!! Aku juga begitu hepi karena ini kegiatan nasional pertamaku, mengingat aku pengen banged ikutan yang beginian setelah gagal lolos Forum Pelajar ke berapa lupa deh dan iri dengan temanku yang lolos😢 Kegiatan menyenangkan ini berlangsung pada 24 – 28 Mei 2015, almost a week. Beruntung sekali tida diriku?👏
Aku langsung mendapatkan kenalan baru dari provinsi lain setibanya di bandara Husein Sastranegara. Ia Putri, peserta dari NTT yang sayangnya kulupakan namanya sesaat setelah aku masuk ke mobil jemputan. (Tapi tentu saja aku sudah mengingatnya. Selain fakta bahwa aku dapat menuliskan namanya disini, dia menjadi room mate-ku di Cirebon). Aku semobil dengan guru pendamping dan peserta dari Kalimantan Timur. Karena dia cowok dan terlihat tidak tertarik mengajakku berkenalan, aku hanya mendengarkan para guru pendamping kami –Bu Atus dan Bu Tantri berbincang. (Tapi setelahnya kami akrab kok. Halo, Akram!👋)
Aku sampai Hotel Kedaton Bandung dengan bahagia. Teman sekamarku adalah Anisa dari Kalimantan Tengah dan Nurul dari Sulawesi Barat. Pertemuan pertama kami di kamar hotel (jan ambigu dong kan kami para girl) diisi dengan perkenalan-canggung dan cerita mengenai perjalanan menuju Bandung. Aku dan Anisa yang cuma naik pesawat dan eng ing eng nyampe Bandung hanya bisa ternganga saat Nurul menceritakan perjalanan darat-udaranya yang luar biasa (Nantinya, saat aku sudah kenal dengan Esau teman sekelompokku dari Raja Ampat, aku jauh lebih ternganga dengan perjalanan darat-laut-darat-udaranya yang subhanallah sekali. Tapi tentu saja aku ternganga di benakku, lucu sekali jika tidak. Waktu perjalanannya sudah seperti ke luar Indonesia!).
Oh iya, guize. Karna ini kan kegiatan nasional yang sayang banget jika tida memakai baju samaan untuk ucul-uculan, kami semua (guru pendamping dan peserta) mendapat LASENAS kit yha apasih yang sampai saat ini baseball jacket-nya masih kugunakan. Dan karna aku memang norak senang mengabadikan hal seremeh apapun, aku memfotonya sebelum unboxing. Aku bahkan memotret tiket pesawatku dan nasi timbel kotakan yang diberi panitia. Tapi itu tidak penting untuk dipamerkan, jadi… Tada!
Karena acara perkenalan peserta dan pembukaan baru diadakan setelah Magrib, sejauh yang kuingat kami hanya ngobrol dan tiduran. Sepertinya q takut telat sehingga memutuskan untuk bobo ala-ala saja. Atau aku memasang alarm? Sudah lupa.
(!!!!!!) Q baru realize bahwa ini sudah mendekati 666 kata dan yang kulakukan sedari tadi hanya membuat otakmu berpikir keras, like: ini orang ngomong apa sih. Yang katanya appetizer cuma satu paragraf malah keterusan. Jadi, selamat bertemu di ceritaku selanjutnya!
((Reader: hedehhh))

Comments
Post a Comment